
Jangan tanya kesenian Ubrug pada warga kota-kota besar di Provinsi Banten, seperti Serang, Cilegon, Pandeglang, Rangkasbitung,apalagi Tangerang. Masih syukur dijawab hampir punah. Kebanyakan malah balik bertanya, Ubrug itu apa ? Bagi orang tua di kota, Ubrug hanyalah kenangan manis kejayaan seni tradisional Banten. Bagi orang dewasa di kota, sayup-sayup tersimpan dalam ingatannya. Sedangkan
bagi pemuda dan remaja kota , Ubrug itu apaan sih?
Parahnya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten hanya mencatat 5 grup Ubrug yang masih hidup. Kemudian dikoreksi menjadi 30 grup. Padahal ada lebih dari 130 grup Ubrug yang masih hidup di Banten.
Masing-masing paling sedikit mentas 2 x seminggu. Tak jarang 4 kali seminggu pentas. Ubrug adalah satu-satunya kesenian tradisonal yang masih jaya di
Banten, bahkan mengalahkan kesenian modern. Pelakunya menjadi Ubrug sebagai profesi. Bahkan ada yang bisa mendirikan sekolah dari hasil bermain Ubrug. Sayangnya Ubrug hanya jaya di desa-desa, di kampung-kampung dan pelosok Provinsi Banten. Dari hajatan ke hajatan. Menampilkan Ubrug merupakan gengsi. Orang kota hanya berprinsip ekonomis, organ tunggal lebih murah. Ubrug pun terusir dari kota . Dinas Kebudayaan dan Pariwisa-
ta yang punya kewajiban melestarikan kesenian tradisional seolah tutup mata. Hanya menjalankan tugas
tanpa makna.Bahkan buku ini diterbitkan oleh Dinas Pendidikan, bukan leading sektornya.
Silakan download di
sini
habis gelap terbitlah terang punya?
BalasHapus